“Iyah Pak, khusus untuk Bapak.. Bokep Japan Dengan lemas dan pucat aku melangkah keluar dari situ dan hampir bertabrakan dengan Bu Hany yang menuju ke ruangan itu. Saya teramat bingung disana terdaftar absenku telah empat kali, melebihi batas maksimum tiga kali, APakah saya salah menghitung, padahal di agendaku tiap-tiap absenku kucatat dgn terang saya cuma tiga kali absen di mata kuliah itu.Akupun complain masalah ini dgn dosen yg bersangkutan yakni Pak Qadar, satu orang dosen yg lumayan senior di kampusku, beliau berusia pertengahan 40-an, berkacamata & sedikit beruban, tubuhnya pendek jika dibanding denganku cuma hingga sedagu. Kira-kira tiga menitan mereka berbicara, Pak Qadar mengucapkan terima kasih pada orang itu dan berpesan agar jangan diganggu dengan alasan sedang lembur dan banyak pekerjaan, lalu pintu ditutup.“Siapa tadi itu Pak, sudah aman belum ?” tanyaku setelah keluar dari kolong meja. Wow, pendek-pendek gini kuat juga ternyata, dia masih sanggup menggendongku dengan kedua tangan lalu diturunkan diatas meja kerjanya.



















