Jam baru menunjukan pukul 22.00 tapi temanku satu persatu bubar, mungkin karena cuaca yang kurang bagus.Biasanya pasti sampai matahari terbit baru pada bubar. Bokeb Aku tak perduli lagi. Penjual rokok itu memberitahukan jalan kepadaku.Ternyata aku harus turun dulu dari jalan utama, Melewati lorong sempit yang sumpek, akhirnya aku menemukan sekumpulan wanita muda. Ternyata berhasil. Jam baru menunjukan pukul 22.00 tapi temanku satu persatu bubar, mungkin karena cuaca yang kurang bagus.Biasanya pasti sampai matahari terbit baru pada bubar. Lampu remang-remang jelas sekali membentuk keindahan tubuh Tina yang mulai membuka bajunya. Aku mencoba bersikap dewasa padahal jantungku sudah bergemuruh tak karuan. Aku semakin semangat.Tiba tiba Tina menggenggam senjataku dan langsung membimbingnya ke lubang kemaluannya. Dikamarku, aku merenungi kembali. Ternyata berhasil. Gerimis ternyata tidak menghalangi para pencari dan penjual kenikmatan bertransaksi.Suasananya masih ramai seperti pasar. Hukuman paling berat paling hanya skorsing seminggu, tapi pernah juga aku disuruh keliling kelas per kelas sambil disuruh membaca stensil dan merokok, dengan membawa papan nama yang dikalungkan di leherku




















