Nafasnya berkejarkejaran,
gerakannya lambat laun berangsur melemah,
akhirnya diam. Bokep Colmek Aku menjadi semakin
terangsang dalam permainan yang indah ini.Sejenak jeda, kami saling berpandangan dia tersenyum
manis bahkan amat manis, dibanding waktu-waktu
sebelumnya. Seandainya Ani seperti ibunya: tenang pembawaannya, keibuan dan penuh perhatian,
baik juga.Sekarang, di rumah yang cukup mewah itu hanya ada bu Ida dan seorang pembantu. Apalagi yang kurasakan dadanya, pasti
teteknya menyenggol kepalaku bagian belakang, saya
rasakan nyaman juga. Tapi aku tetap
menjaga kesopanan. Tapi sebenarnya kalau mau jujur Ani masih kalah dengan ibunya. “Ya, bisa dua kali”, jawabnya sambil tersenyum puas.Kami berdua berkeringat, walau udara di luar dingin. Aku cium
lembut bibirnya, dan dia menyambutnya. Aku berhadapan
langsung dengan wanita tanpa busana yang bertubuh
indah, yang selama ini hanya kulihat lewat gambargambar
orang asing saja. Pengalaman malam itu sangat
menakjubkan, hingga sampai berapa kali aku menaiki bu
Ida, aku lupa. Cewek mana yang tak
mau dengan cowok ganteng”, katanya
“Belum Bu, sungguh kok”, kataku lagi. Di tengah peristiwa itu bu Ida berbisik
“Kamu jangan terlalu keburu nafsu, nanti kamu cepat
capek, santai saja, pelan-pelan, ikuti iramanya”, ketika
saya mulai




















