Kau Pelacur Sialan, Kata Kakak Tiriku

Kiri dan kanan.“Itu kadonya?” tanyaku memberanikan diri beberapa saat kemudian. Bokep Montok Aku menjadi telanjang bulat.“Oohhh…. Aku masih belum bisa bertahan lama saking enaknya. Entah siapa yang memulai, kami lalu berciuman bibir. Dia malah memintaku mencumbui selangkangannya dulu.“Sini, Sayang…, ciumin ini Tante …,” pintanya sambil berbaring telentang dan membuka kedua belah pahanya lebar-lebar.Tanpa membuang waktu lagi, aku terus menyerudukkan mulutku pada celah vagina Tante Ning yang merekah minta diterkam. Luar biasa besarnya. Aku hampir-hampir tidak bisa ngomong waktu denger suara Tante Ning yang merdu. Sementara itu, tangan kanannya terus berusaha menjejal-jejalkan batang penisku ke dalam lubang surgawi miliknya.“Ivan, please..,” desahnya di telingaku. Lalu dengan liar Tante Ning membawaku turun ke karpet, dibukanya celana panjang abu-abuku, demikian pula celana dalamku dilucutinya dengan gerakan tergesa-gesa. Aku semakin deg-degan. Di rumah cuma ada Tante Ning dan si Mbok. Sementara jemari kedua tangannya menggerayangi seluruh bagian kulit tubuhku, terutama pada bagian punggung, dada, dan selangkanganku.

Kau Pelacur Sialan, Kata Kakak Tiriku

Related videos