Esok paginya, aku turun mau sarapan. Bokep Colmek Biar saja anak kita senang-senang.Tapi…Gak ada tapi-tapian. Ngerti mah?Tapi Uda kan anak kita yah.Emang kenapa? Hobiku banyak, namun harta tak terlalu melimpah. Setiap hari. Kami makan seperti biasa. Waktu terasa berjalan lambat, begitu lambatnya hingga membuatku tak bisa santai. Mama keluar kamarnya lalu memberi seluruh pil kb. Begitu ketatnya hingga bisa kulihat betapa mama tidak memakai bh di dalamnya.Begitu pendeknya rok yang mama pakai hingga membuatku bisa melihat memek mama saat mama membungkuk untuk melakukan sesuatu. Biasanya aku bangun siang saat minggu.,,,,,,,,,,,,,,,,, Gak usah mengharap belas kasih Uda.Mama tentu tak mengetahui kalau aku menguping pembicaraannya dengan ayah tadi. Aku berbaring di kasur sambil memikirkan apa yang terjadi. Juga selalu bangun subuh. Lalu kuremas kedua susu mama sambil kukecup mulut mama. Namun meski harus dengan perjuangan, akhirnya kontolku masuk juga di anus mama.




















