Kasertag-kasertag lututnya agak sedikit terbuka sehingga aku berusaha untuk mengintip ujung pahanya.Tapi mataku selalu terbentur dalam kegelapan. Bokep India Sangat kontras dengan warna kulitnya.Aku terpana. Telapak kaki kirinya menginjak bahuku.Pinggulnya terangkat serta terhempas di kursi berulang kali. Ternyata betisnya yang berwarna putih itu mulus tanpa rambut halus. Jangan ada setetes pun yang tersisa.. Sambil menatap pesona di depan mataku, aku menarik nafas dalam-dalam. Aroma yang tercium seperti daun pandan tetapi mampu membius saraf-saraf di rongga kepala.“Bagaimana, Bay..?”“Hmm.. Paha kanannya sudah tak melilit leherku. luar biasaaaa, Bay…” gumam Bu Lia sambil menghenyakkan kembali pinggulnya ke atas kursi.Ia menunduk serta mengusap pipiku. Pada waktu itulah aku menbisa kesempatan melihat ke pangkal pahanya.Kali ini tatapanku mengarah pada secarik kain tipis berwarna merah muda. Sebab ingin melihat paha itu lebih utuh, kuangkat kaki kanannya lebih tinggi lagi sambil mengecup bagian dalam lututnya. Aroma yang tercium seperti daun pandan tetapi mampu membius saraf-saraf di rongga kepala.“Bagaimana, Bay..?”“Hmm.. Hmm..” gumamku sambil memindahkan ciuman ke betis serta lutut kirinya.




















