Ia lalu mengajakku mandi. Bokeb Om sering ketiduran di depan tv, dan baru masuk kamar kalo lampu kamar sudah gelap, artinya tante sudah tidur. Sementara itu aku dengan berdebar terbaring menunggu, kontolnya yang besar dan panjang dan sudah maksimal ngacengnya, tegak hampir menempel ke perut. Dipeluknya pinggulku hingga sekalilagi aku nyampe. “Kamu minum alkohol ya, kecium dari bau mulutmu. Aku suka nonokku dimainkan berlama-lama, aku terkadang melirik apa yang dilakukannya. Aku masih sempat melirik saat dia memegang kontolnya untuk diarahkan dan diselipkan di antara bibir nonokku. Toketku ternyata tercakup seluruhnya dalam tangannya.Dan aku rasanya sudah tidak kuat menahan gejolak napsuku, padahal baru awal pemanasan. Dan tak henti-hentinya dia menciumku, membelai rambutku dan paling suka membelai toketku. Om, Ines nyampe..!” Aku lemas ketika nyampe lagi untuk kesekian kalinya.Rupanya dia juga tidak dapat menahan pejunya lebih lama lagi.




















